PERBEDAAN
PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
Kunci pokok
pembelajaran itu ada pada seorang guru tetapi bukan berarti dalam proses
pembelajaran hanya guru yang aktif sedangkan siswa tidak aktif, pembelajaran
menuntut keaktifan kedua pihak. Suatu pembelajaran bisa dikatakan berhasil
secara baik jika guru mampu mengubah diri peserta didik serta mampu menumbuh kembangkan
kesadaran peserta didik untuk belajar sehingga pengalaman yang diperoleh
peserta didik selama proses pembelajaran itu dapat dirasakan manfaatnya.
Belajar adalah suatu aktivitas yang
disengaja dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri, dengan
belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu, menjadi mampu
melakukan sesuatu itu, atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil
(Siddiq, dkk. 2008:1-3). Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2002:7)
Belajar merupakan tindakan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka
belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya
proses belajar.
Menurut Oemar Hamalik (Sanjaya, 2008:6)
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang terorganisir yang meliputi unsur-unsur
manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedural yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan.
Berdasarkan
beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran adalah
suatu kegiatan belajar mengajar yang didalamnya terdapat interaksi positif
antara guru dengan siswa dengan menggunakan segala potensi dan sumber yang ada
untuk menciptakan kondisi belajar yang aktif dan menyenangkan. Selanjutnya
setelah membahas tentang pengertian pembelajaran, maka kali ini kita akan
membahas tentang perbedaan antara pembelajaran online dengan pembelajaran
konvensional.
A.
PEMBELAJARAN ONLINE (e-Learning)
Pengertian Pembelajaran Online
Pembelajaran
online (juga dikenal dengan pembelajaran elektronik, atau e-Learning)
merupakan hasil dari suatu pembelajaran yang disampaikan secara elektronik
dengan menggunakan komputer dan media berbasis komputer. Bahannya biasa sering
diakses melalui sebuah jaringan. Sumbernya bisa berasal dari website, internet,
intranet, CD-ROM, dan DVD. Selain memberikan instruksi, e-learning juga dapat
memonitor kinerja peserta didik dan melaporkan kemajuan peserta didik.
E-learning tidak hanya mengakses informasi (misalnya, halaman web), tetapi
juga membimbing peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang spesifik
(misalnya, tujuan).
Siswa dan
guru dapat meningkatkan pembelajaran di kelas dengan mengakses informasi dari
berbagai sumber (data base, perpustakaan, kelompok minat khusus), berkomunikasi
melalui komputer dengan siswa lain atau dengan para ahli di bidang studi
tertentu, dan saling bertukar informasi. Kegiatan seperti yang dilakukan oleh
geografis nasional memungkinkan siswa dan guru bersama-sama untuk menuai
keuntungan dari menghubungkan jaringan nasional siswa, guru, dan ilmuwan untuk
menyelidiki berbagai topik. Guru dan para siswanya dapat mengakses dokumen
elektronik untuk memperkaya pengetahuannya. Siswa dapat berpartisipasi aktif
karena pembelajaran online menyediakan sebuah lingkungan belajar yang
interaktif. Siswa dapat menghubungkan informasi eletronik ke dokumen dan proyek
mereka, membuat dokumen elektroniknya “hidup” dengan tombol hypertext.
Keuntungan dan Keterbatasan Belajar Online
1)
Keuntungan Belajar Online
a.
Media Yang Bervariasi
Internet
adalah sarana serbaguna yang memberikan informasi kepada pelajar di seluruh
dunia. Situs-situs internet berisi media yang bervariasi, termasuk teks, audio,
grafik, animasi, video, dan software yang dapat didownload.
b.
Informasi yang up-to-date
Sampai saat ini, para pendidik terbatas pada
sumber-sumber yang ada di kelas atau gedung sekolahnya. Sekarang, dengan
kemampuan untuk menghubungkan ke sumber-sumber di komunitas dan di seluruh dunia,
membuka pandangan baru tentang pengajaran dan pembelajaran. Siswa dapat
mengakses perpustakaan dan database dengan baik di luar batasan local, ini
memperluas cakrawala yang lebih kecil dan sekolah pedesaan serta partisipasi
individu dalam home schooling.
c.
Navigasi
Keuntungan utama dari internet adalah mampu
untuk bergerak dengan mudah dalam dan antar dokumen. Dengan menekan tombol atau
mengklik dari mouse, pengguna dapat mencari berbagai macam dokumen di
berbagai lokasi tanpa bergerak dari komputernya.
d.
Bertukar Ide
Siswa dapat terlibat dalam “percakapan” dengan
para ahli di bidang studi tertentu. Selanjutnya, mereka dapat berpartisipasi
dalam aktivitas yang memungkinkan untuk bertukar ide dengan siswa lain, bahkan
mereka yang tinggal di negara-negara lain.
e.
Komunikasi yang nyaman
E-mail memungkinkan orang-orang diberbagai
lokasi untuk berbagi ide, sama seperti yang mereka lakukan di telepon sekarang,
tanpa memainkan “tag telepon” begitu umumnya di kalangan orang sibuk. Pengguna
dapat “bercakap” satu sama lain di waktu yang berbeda dan meresponnya sesuai
kenyamanan mereka masing-masing. Rekaman yang ditukar dapat disimpan.
f.
Biaya Rendah
Biaya hardware, software, waktu
telepon, dan servis telekomunikasi adalah nominal dan menurun.
2)
Keterbatasan Belajar Online
a. Umur-materi yang tidak pantas
Salah satu hal yang menjadi keprihatinan
beberapa topik pada jaringan komputer, utamanya di internet, adalah tidak
cocoknya materi tersebut untuk siswa sekolah dasar. Iklan tembakau dan alkohol
di internet dapat ditampilkan bersama permainan dan musik yang bisa dinikmati
anak-anak.
b. Hak Cipta
Karena
informasi begitu mudah untuk diakses, hal itu juga sangat sederhana untuk
seorang individu untuk secepatnya mendownload sebuah berkas dan dengan beberapa
perubahan, ia dapat mengerjakan tugasnya tanpa bersusah-susah payah lagi.
c. Pertumbuhan
yang belum pernah terjadi sebelumnya
Diperkirakan
setiap harinya ribuan situs baru ditambahkan ke internet. Pertumbuhan ini
membuat penemuan informasi menjadi sangat sulit. Untuk membantu dalam pencarian
informasi, beberapa perusahaan komersial dan universitas menyediakan mesin
pencari dengan mengikuti link Web dan menampilkan hasil yang sesuai dengan
pertanyaan Anda.
d. Pendukung
Dukungan teknis
yang baik harus tersedia. Tanpa dukungan dan manajemen yang bijaksana tersebut,
sebuah jaringan komputer mungkin akan cepat mati. Untuk itu Teknis supervisor
diperlukan untuk mengatur dan memelihara jaringan.
e. Akses
Baik dengan
cara sistem tertanam atau nirkabel atau modem, semua pengguna harus memiliki
sebuah cara untuk menghubungkan ke jaringan.
B.
PEMBELAJARAN KONVENSIONAL
Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran
yang biasa dilakukan oleh guru. Pada umumnya pembelajaran konvensional adalah
pembelajaran yang lebih terpusat pada guru. Akibatnya terjadi praktik belajar
pembelajaran yang kurang optimal karena guru membuat siswa pasif dalam kegiatan
belajar dan pembelajaran.
Metode yang
sering dipakai dalam pembelajaran konvensional antara lain adalah ekspositori.
Metode ekspositori sama seperti metode ceramah dalam hal terpusatnya kegiatan
pada guru sebagai pemberi informasi (bahan pelajaran). Tetapi pada metode
ekspositori dominasi guru sudah banyak berkurang, karena tidak terus menerus
berbicara. Ia berbicara pada awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal
disertai tanya jawab. Siswa tidak hanya mendengar dan membuat catatan. Guru
bersama siswa berlatih menyelesaikan soal latihan dan siswa bertanya kalau
belum mengerti. Guru dapat memeriksa pekerjaan siswa secara individual,
menjelaskan lagi kepada siswa secara individual atau klasikal. Siswa
mengerjakan latihan sendiri atau dapat bertanya pada temannya atau disuruh guru
mengerjakan di papan tulis. Walaupun dalam hal terpusatnya kegiatan
pembelajaran masih kepada guru tetapi dominasi guru sudah banyak berkurang.
Astuti
(2010) menjelaskan bahwa pembelajaran konvensional ini dipandang efektif atau
mempunyai keunggulan, terutama:
Ø Berbagi informasi yang tidak mudah
ditemukan di tempat lain.
Ø Menyampaikan informasi dengan cepat.
Ø Membangkitkan minat akan informasi.
Ø Mengajari siswa yang cara belajar
terbaiknya dengan mendengarkan.
Ø Mudah digunakan dalam proses belajar
mengajar.
Namun
demikian, Astuti (2010) pun menjelaskan bahwa pembelajaran konvensional
mempunyai lebih banyak kelemahan sebagai berikut:
Ø Tidak semua siswa memiliki cara
belajar terbaik dengan mendengarkan
Ø Sering terjadi kesulitan untuk menjaga agar siswa tetap tertarik
dengan apa yang dipelajari
Ø Pembelajaran tersebut cenderung
tidak memerlukan pemikiran yang kritis.
Ø Pembelajaran tersebut mengasumsikan
bahwa cara belajar siswa itu sama dan tidak bersifat pribadi.
Ø Kurang menekankan pada pemberian
keterampilan proses (hands-on activities).
Ø Pemantauan melalui observasi dan
intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang
berlangsung.
Ø Para siswa tidak mengetahui apa
tujuan mereka belajar pada hari itu.
Ø Penekanan sering hanya pada
penyelesaian tugas.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, A, 2011, Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Dimyati dan Moedjiono. 2002. Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta
Siahaan, S. 2004. E-learning
(Pembelajaran Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif Pembelajaran
http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/42/ sudirman.htm (3 November 2006)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar